Enjoy Semarang

"No matter what, I must go to Semarang this holiday."

Cuma kalimat itu yang ada di benak gue sejak memasuki semester 3. Cuma Semarang yang ada di hati gue sejak dulu *ajieee*

Semarang merupakan ibukota Provinsi Jawa Tengah yang memiliki banyak tempat wisata yang menarik. Kalo temen-temen pulkam ke arah Jawa Tengah atau Jawa Timur biasanya akan ngelewatin Kota Semarang. Nah, jangan lupa mampir ya guys, banyak tempat seru, menarik, dan asik banget buat dinikmati bersama keluarga ;)

Kampung gue terletak di daerah wisata Bandungan, tepatnya di Desa Bergas Lor, Kecamatan Bergas, Kota Ungaran, Kabupaten Semarang. Udara di kampung gue masih sejuk banget masbro, karena terletak di kaki Gunung Ungaran dan belum banyak polusi.


dan ini sepenggal pagi yang terlukis di kaki gunung Ungaran, so beautiful...



Ada beberapa hal yang gue suka dari sini :
1. Airnya dingin banget! So, disini gak perlu kulkas lagi. Tantangan terberat dan terasik itu kalo mau mandi tanpa air anget, brrrrr... walaupun dinginnya kaya air es  gue jarang mandi pake air anget lho *bangga*.
2. Tungku sebagai kompor. Walaupun udah ada kompor gas, tungku yang terbuat dari tanah ini masih sering digunain buat keperluan masak. Biasanya kalo abis mandi gue suka ngegaul depan tungku supaya anget (sok-sok perapian gitu). Pasti di kota metropolitan udah gak nemu yang beginian.
3. Toilet luar biasa alias jamban. Berhubung toilet di rumah sodara gue lagi rusak, gue harus pergi ke jamban yang terletak di sebelah sawah kalo mau buang air besar. Kebayang kalo malem-malem kebelet pup? Gue sebut luar biasa karena saat pup gue bisa menikmati pemandangan sawah yang berlatar belakang perbukitan dan hamparan awan, kapan lagi?



Candi Gedong Songo
Destinasi pertama liburan gue yaitu Candi Gedong Songo. Candi ini terletak di Dusun Darum, Desa Candi, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang. Dari desa gue cukup naik angkot sekali dan dilanjutkan naik ojek. Jalan yang dilalui ojek cukup jauh dan menanjak. “Gedong” artinya bangunan, “Songo” artinya sembilan. Jadi, Gedong Songo berarti sembilan bangunan.  Harga tiket masuknya Rp 5.000/orang di hari biasa. Sayangnya, gue kesini pas lagi hujan, dinginnya tambah serrr. Hujan, angin, gluduk, gue pun cuma sampe candi yang ke-dua *malu* tapi kalo cuaca cerah pemandangannya bagus dan pas buat dikunjungi bareng keluarga.

Candi Kedua

Umbul Sidomukti
Hari berikutnya gue mengunjungi Umbul Sidomukti. Tempat wisata ini terletak di Desa Sidomukti, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang. Naik angkot sekali, turun di Jimbaran, dan dilanjutkan naik ojek. And the track is awesome! Jalur yang dilalui ojek itu cukup jauh dan menanjak curam, bahkan 45 derajat, untung tukang ojeknya udah cihuy ngelewatin track ini. Tapi, dijamin kebayar kalo udah sampe atas. Perbukitan dengan terasering-terasering yang cantik dan tertata rapi akan memanjakan mata kalian. Wahana yang tersedia di tempat wisata ini cukup beragam, mulai dari kolam renang, flying fox, marine bridge, rapeling, river-up trekking, sampe camping ground. Harga tiket masuk di hari biasa Rp 6.000/orang belum termasuk permainan, tapi jangan khawatir, harga tiket permainannya terjangkau kok. Kemaren gue naik flying fox Rp 12.000 dan marine bridge Rp 8.000. Guys, lo wajib cobain flying fox-nya yang terbentang dari bukit ke bukit dan bawahnya jurang. It felt like I was really flying! Awesome! Ati-ati kecanduan kalo naik ini. Nah, kalo kalo foto di bawah ini permainan marine bridge yang cukup menegangkan karena berjalan di jembatan tali sejauh dua puluh meter dan bawahnya jurang.

Permainan Marine Bridge

Air Terjun Semirang
Hari berikutnya gue meluncur ke air terjun Semirang yang terletak di Desa Gogik, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang. Untuk mencapai air terjun kita harus jalan mendaki sekitar dua kilometer, lumayan ngos-ngosan *ketauan jarang olahraga*. Harga tiket masuknya Rp 4.000/orang di hari biasa. Tinggi air terjun Semirang ini sekitar 25-30 meter. Keadaannya masih cukup bersih dan terawat. Tips: jangan lupa bawa baju ganti buat mainan di bawah air terjun.


Setelah puas menikmati Semarang atas, jangan lupa untuk menjelajahi indahnya Semarang bawah di malam hari. Dari Semarang atas ke Semarang bawah makan waktu sekitar satu jam dan kita akan melewati sebuah jalan menurun yang disebut Gombel. Nah, dari sini kita bisa liat indahnya pemandangan Semarang bawah yang tercipta dari lampu-lampu di bawah sana yang mirip ribuan kunang-kunang, dan kalo menurut gue lebih indah dari puncak Bogor.

Memasuki kawasan Simpang Lima yang merupakan pusat belanja, jalanan rame banget (karena malam minggu) tapi tetep rapi dan teratur. Gue mampir ke mal Citra Land dulu berhubung cacing di perut udah pada dugem. Tempat makan yang beruntung gue kunjungi kali ini yaitu Djatilegi dengan menu andalan iga. Ada iga bakar saus tiram, iga bakar barbeque, iga rica-rica, dll. Gue pesen iga bakar barbeque dan strawberry float. Maknyusss! Recommended *ngacung jempol*

Tugu Muda dan Lawang Sewu
Tugu Muda dan Lawang Sewu yang terletak di Jalan Pemuda ini merupakan ikon Kota Semarang. Suasana disini juga masih rame, terutama orang pacaran. Gue sempet gak mengenali bangunan Lawang Sewu karena sekarang gedungnya udah bagus masbro. Ternyata abis direnovasi dan keliatan lebih bersih, indah, terang, dan gak horor lagi (tapi gak tau dalemnya). Di depan Lawang Sewu terdapat Tugu Muda yang mirip Monas. Di bawah Tugu Muda terpahat relief perjuangan Pertempuran Lima Hari di Semarang.

Lawang Sewu (kiri) dan Tugu Muda (kanan)

Kota Lama
Oke, selanjutnya kita bertolak ke Kota Lama. Daerah ini kaya Kota Tua-nya Jakarta. Jalanannya masih pake cone-block. Bangunan-bangunannya bergaya arsitektur Belanda, bagus deh kalo malem hari. Yang paling khas disini adalah Gereja Blenduk dan Stasiun Tawang. Entah kenapa dari kecil sampe sekarang gue selalu suka sama bangunan Stasiun Tawang. Di bagian langit-langitnya itu banyak burung yang beterbangan kesana kemari sambil bercicit, bikin suasana hati jadi adem. Thanks a lot to mas Gebgeb, kak Farah, dan kak Hady yang udah mau jadi tour guide  Semarang bawah.



Oleh-oleh Khas Semarang
Hari terakhir di Semarang bagaikan kena bom atom Hiroshima *lebay*. Honestly, I wouldn’t leave this beautiful city and its friendly people. No, please. Gue gamau pulang kakaaa... Oke, inget pulang, inget oleh-oleh. Pusat oleh-oleh khas Semarang terletak di Jalan Pandanaran. Ada lunpia, wingko babat, bandeng presto, dan masih banyak lagi. Lunpia yang terkenal itu Lunpia Mataram. Wingko babat yang terkenal itu Wingko Babat Cap Kereta Api. Nah, kalo bandeng presto yang terkenal dari Semarang pasti udah pada tau semua. Yap, Bandeng Juwana!

Okay, that’s all about my holiday this season. So delighted and thankful to be there. Nice place, nice people, nice atmosphere :D Tempat-tempat wisata ini cukup menarik dan seru banget untuk dikunjungi. Selain refreshing bisa nambah wawasan juga lho. Pengelolaannya juga udah cukup baik. Nah, publikasi dan promosinya perlu digencarin lagi supaya makin banyak orang tertarik mengunjungi wisata-wisata di Kota Semarang serta mengenal kebudayaan yang ada didalamnya.

Actually masih banyak tempat-tempat menarik di Semarang yang belum gue kunjungi seperti Pantai Marina, Rawa Pening, Museum Kereta Api, Masjid Agung Jawa Tengah, Klenteng Sam Poo Kong, dan Pagoda Buddhagaya Watugong. Semoga next trip bisa kesampean AMIN.
Happy Holiday mbaksis dan masbro !
Ojo lali mampir Semarang :D

Comments

Popular posts from this blog

Sejuta Pesona Sawarna

Another Best Escape

Bubur Sumsum