Posts

Showing posts from 2019

Memahami Keberagaman dari Anak Disabilitas

Image
"Setelah tiga tahun program berjalan, 3.279 anak dengan disabilitas di enam kota/kabupaten dampingan telah menerima layanan. Sedangkan data pemerintah tentang jumlah anak disabilitas di enam wilayah tersebut hanya 1.057 anak." Begitulah salah satu temuan yang saya baca dari tujuh lembar hasil survei akhir ( endline survey ) sebuah program. Sore itu, saya dapat tugas membuat fact sheet (infografis) dari laporan survei yang diberikan. Isu disabilitas adalah isu baru bagi saya. Sebelumnya, saya menangani isu literasi yang fokus pada peningkatan kemampuan membaca anak di Nusa Tenggara Timur. Berbeda sekali dengan program ini. Namun, tujuan besarnya masih sama: pemenuhan hak dasar anak. Laporan survei ini sangat eye-opening dan menjadi titik awal saya dalam memahami isu disabilitas dan pendidikan inklusif di Indonesia. Kalau ada yang tanya berapa jumlah anak dengan disabilitas di suatu wilayah, manajer saya sering bercanda sambil tersenyum, "Cuma keluarga mere

Berlari Sekali Lagi

Image
"Aku ingin kau... kembali bisa... percaya pada diri dan mampumu..." - Tulus Penggalan lirik ini selalu berhasil memompa motivasi saya untuk ikut race lagi. Absen selama dua tahun, saya putuskan untuk coba satu di tahun ini: Mantra Summits Challenge (MSC) kategori 55K. Menurut teman-teman pelari, MSC ini salah satu race di Indonesia dengan tingkat kesulitan cukup tinggi. Jalur sangat menantang, elevation gain sadis, cut-off time (COT) menyiksa. Lokasinya di Jawa Timur, melintasi duo gunung favorit yang berdampingan: Arjuno (3.339 mdpl) dan Welirang (3.156 mdpl). MSC 55K Elevation gain: 4.190 m COT: 18 hours Start: 13 July 2019, 23.00 Finish: 14 July 2019, 17.00 Sadelan, lembah antara Arjuno dan Welirang Persiapan Persiapan fisik yang saya lakukan sekitar tiga bulan, tapi yang efektif cuma dua bulan, kepotong bulan puasa di mana lari ya sesempetnya aja. Saya sadar fitness level tubuh saya saat ini sudah tidak seprima dua tahun lalu. Jadi, saya coba p

Manusia Kuat

Image
"Ta, gua kira lo kuat." Ucap seorang teman sore itu setelah mendengar kondisi saya yang masih rapuh pascaputus sebulan lalu. A major heartbreak I've ever had. Dengan jujur, saya ceritakan luka yang masih menganga, apa yang saya rasa. Lalu, meluncur lah satu kalimat racun itu: Gua. Kira. Lo. Kuat. Butuh jeda panjang untuk mencernanya. Terlebih komentar ini keluar dari seseorang yang saya anggap dekat. Satu yang pasti, mendengarnya di waktu yang salah hanya membuat kondisi batin saya lebih buruk. Gua kira lo kuat.. Gua pikir lo baik-baik aja... Ah, lo pasti kuat ngadepin gini doang... HELLAW apa sih ekspektasimu? Gita yang selalu kuat dan tegar? Gita yang kuat fisik maka otomatis kuat mental juga? Apa karena badan saya nampak berotot, mampu lari puluhan kilometer, lalu saya dianggap kuat menghadapi segala cobaan hidup? Persetan. Kejadian ini jadi pelajaran berharga bagi saya. Mana yang hanya melihat di permukaan, mana yang betul-betul memahami perasaan. Mana yang ta

Adegan

Image
Tak ada kata-kata bunga Namun doa agar aku baik-baik saja Dan kembali seperti sedia kala Pagimu, malamku Kau kejar bus biru Sedang kuingin lepas rindu Jam tujuh, katamu Gelora dalam cerita Tumpah ruah di angkasa Seakan esok tak jumpa Ada lelah yang pada tempatnya Sang nyaman ikut tanpa sengaja Jarak bukan masalah Sebab kau adalah rumah Semoga ku tak keliru Mengartikan adamu Tapi, tunggu... Apakah kita merasa yang sama? Atau semua hanya adegan di kepala? Perlukah kita mengurai damba? Atau serahkan semua pada jujurnya mata?

27

Image
I realize I might not be the same person as I was a year ago. Various factors play a role in shaping me from time to time. It definitely depends on whom I intensely talk with, what I read, what I watch, what kind of environment I grow up and so on. Having an annual self-reflection surprisingly helps me in understanding myself better; how I think, absorb and feel at certain times, that somehow can possibly change. Kindly check the previous ones: 26 25 And here comes my amazing 27... 1. Slow down, you are not in a rush after all. Enjoy small things . 2. EAT VEGGIES AND FRUITS EVERYDAY, DRINK MORE WATER, EXERCISE REGULARLY. 3. You are not always growing up with closest people and it's ok. 4. When life is hard, unexpected people will show up. I call them invisible angels. 5. Just go with those who are available at the moment. Some chances might not happen twice. 6. If no one is available, go by yourself. Make it simple. 7. Solitude is essential. 8. Pimples don'

Solitude

Image
Beside self-love, there's one word that I began to hear frequently during my journey of healing. It’s solitude . "Solitude is the state of being alone without being lonely. It is a positive and constructive state of engagement with oneself. Solitude is desirable, a state of being alone where you provide yourself wonderful and sufficient company. Solitude is a time that can be used for reflection, inner searching or growth or enjoyment of some kind. Deep reading requires solitude, so does experiencing the beauty of nature." (www.psychologytoday.com) Last quarter of 2018, I went through a quietest phase in my life — the same time I started my social media detox. The atmosphere around me was getting silent but I could accept it. I felt stable. I had less interaction outside, but deeper inside. The urge to going out regularly with friends became less, just waited for those who asked first or went out with the open-minded ones. I don't know if the solitude i

Un-socmed

Image
I always find it funny; When I lived in Atambua (small town in eastern part), I didn't feel lonely at all. Physically, I was far from my support system (families, friends), but mentally, I felt connected as we maintained a good communication. When I moved back to Bekasi (big city near Jakarta) meaning I was geographically closer to my friends, it was getting lonelier. The emerge of social media significantly changes the way people communicate to each other. When I was in Atambua (2015), social media was not hype yet. If I wanted to know how my friends are doing, and vice versa, we would have a call. I had it twice a month at the minimum and we could talk for hours. Such a great feeling to have a talk with fellas after a long time. Coming home in 2018, I assumed I could go out more with my people as we were on the same area already. But, things changed. Priority changed. In this time, social media had became a very dominant tool for everyone. No wonder it was easie

Surat untuk Anjani

Image
Anjani, Rencanaku tahun lalu sesungguhnya bukan datangimu. Ada pantai utara yang ingin kukunjungi bersama seorang teman baik. Kata orang, pantainya biru dan elok. Koneksinya buruk tapi itulah yang kubutuhkan. Melewati dua enam tanpa distraksi dari luar. Hanya aku, teman baikku dan semesta. Duduk hening di tepian sambil memandang langit dan laut yang seakan menyatu, ditemani debur ombak yang mampu meredam gaduhnya hati. Ah, sempurna sekali. Namun, takdir berkata lain, Anjani. Temanku batal. Aku tak punya rencana cadangan. Mendatangimu tanpa persiapan yang cukup rasanya kurang ajar. Tapi, itulah yang terjadi. Di tengah kebingungan harus kemana seorang diri, aku nekat saja sekalian. Tiket baru kupesan tiga hari sebelumnya. Aku datang, Anjani. Malam itu rembulan bersinar terang. Dingin malu-malu menyapa tulang. Kutelusuri jalur bersama dua rekan baru. Entah bagaimana menjelaskannya. Bagai mimpi. Aku lebih banyak diam sebab masih tak percaya akhirnya aku berada di pelukm

3 Investasi untuk Anak Muda

Image
“Jangan ribet-ribet mau investasi, duitnya ada kagak???” Pertanyaan ini menimbulkan tawa ringan yang disusul obrolan hangat di antara dinginnya perbukitan Sukabumi. Bertemu dengan orang-orang ini adalah momen yang selalu gua tunggu. Sambil menanti adik-adik tiba dari gunung, gua ngobrol santai sama salah satu senior yang menurut gua udah mencapai financial freedom dalam hidupnya. Maklum, di umur segini, tema investasi lagi cukup seksi buat dibahas. Menurut gua pribadi, yang wajib di- invest sejak muda gak cuma keuangan aja, tapi juga kesehatan dan… buku! Investasi Keuangan Bagian ini bakal panjang karena ngomongin finansial ternyata seseru itu! Gua sendiri baru melek sama isu finansial dua tahun belakangan. Dulu pas awal kerja, ngerasa seneng banget bisa ngehasilin duit sendiri dan larut sama sindrom YOLO alias You Only Live Once. Gak bisa lihat tanggal merah dianggurin gitu aja. Gak salah sih, cuma nyesel karena waktu itu gak dibarengi sama pengetahuan finansial yang mumpuni.

A Man in Island Part 2

Image
G: Hi Raf, how are you? R: Hi Git, good, and you? G: Not bad. Raf, do you still have a postcard I sent to you? R: I think so, but let me check first. What’s up, Git? G: Can I have it back? R: Eh, why, Git? G: Or, can you please take a pic of it? Curious of what I wrote years ago. R: Ok. Hai Raf, How are you? How is Bira? Hope you enjoy your days working there. Raf, I don't know how to say it but I just want you to know that I will be here for you. I love listening to every single story you share, will always do. You know, I like spending time talking with you. Sehat-sehat ya, Raf." Dewata, 2016 Rinjani

Dengarkan Sungguh-sungguh

Image
Pembicaraan mengalir begitu seru hingga tak terasa dua jam sudah kami berada di sudut kafe. Lari dan literasi, dua tema yang sama-sama kami minati. Isu seksi quarter life crisis juga tak luput dari diskusi. Sosok wanita di depan saya ini penuh energi. Baru setahun saya mengenalnya. Kami satu komunitas. Obrolan malam itu seakan tak ada habisnya. Kami sama-sama bersemangat. Terus menimpali satu sama lain. Paginya, saya coba mengingat potongan obrolan semalam. Sebagian ingat, tapi ada juga yang tidak. Wait, wait, kemarin dia bilang S1-nya ambil apa ya? Hmmm... Kok gw ga inget... Kalo univ-nya? Duh, ga inget juga... Sepikun itu kah gw... Well, padahal ini hanya detail minor. Saya coba ingat lagi sekuat tenaga, tapi tetap lupa. Kejadian seperti ini bukanlah yang pertama. Selesai ngobrol sama orang, beberapa kali saya lupa sama hal-hal kecil atau bagian minor dari cerita seperti nama tempat, nama orang, waktu kejadian, rencana mendatang, profil sesuatu. Menilik ke belakang, saya te

Ten Days of Love

Image
Roma, a winning award movie for Best Foreign Language Film on Golden Globe Award 2018 has caught my attention. It reminds me of someone who has shown me what love is. This black-and-white movie took a set during political chaos in 1970s Mexico. Roma tells a story about young domestic worker named Cleo who works for a rich family. Like a common housemaid, she does mundane activities in a big house, including taking care of four children. Less dialogue, Cleo does everything wholeheartedly. The family whom she works for is very kind to her, so are the kids. They make a strong bond with Cleo. Honestly, I was so moved while watching it, not only because of the sad scenes, but also because of the story line that brings me to a similar feeling of a person I know. A person who loves me sincerely. Cleo reminds me of mba Sri right away. My mom’s niece from hometown who used to be a caregiver in my family. I think mba Sri was on the same age as Cleo. She was just a junior high school graduate

Yang Terlewat

Image
Ada begitu banyak cerita hari ini yang terlewat. Tak satu huruf pun sempat didengar oleh dunia. Namun kehadirannya tetap dirasa oleh semesta. Semua ruang yang biasa sedia, tenggelam oleh kesibukan fana. Bahkan jemari tak punya energi untuk berbagi. Untuk memulai. Untuk sekadar bertanya, pada ruang-ruang di ujung sana, sedang apa? Jutaan manusia merasa yang sama. Namun sekuku yang dalam pada itu berjodoh dengan ruangnya. Sisanya hanya memandang ke luar jendela tanpa memandang ke luar jendela. Ditekannya dengan kuat seluruh sesak di dada dengan air mata. Sebab ia tak kunjung jumpa siapa-siapa hingga bus biru tiba di kota. Yang kian terjadi akhir-akhir ini ialah potongan adegan fiksi berputar di kepala tanpa sutradara. Dibayangkannya kata tiap kata dari pemeran utama dan kata tiap kata dari lawan bicara. Semua hanya umpama sebab ruang yang biasa sedia entah dimana. Ah, semoga ia belum gila.

The Art of Friendship - Ale

Image
“Ada apa?” I try to be as calmed as I can when this kind of moment comes. I’ve been thinking if I have to let him go this time, I’ll probably be fine. It’s just surprising that my friendship with Ale turns complicated a bit like a real couple. Started when Ale had a new gf in college that made it difficult for me to find “curhat” time anymore. Later, I moved to Atambua for work then our communication decreased in frequency. Being in a distance gives me a good opportunity to know who’s worth keeping and who’s letting go (Lana del Ray). Those who truly care will stay. That’s the law of nature. Gratefully, most of my friends are maintain-less. Entering a work life, we don’t talk regularly as we realize we are getting busy. But, if we want to, we do. We’ll find a time to make it happen. And, you know, living in a remote area and having bunch of people who do contact you is heart-warming. People says your number of friends will get smaller as you get older. It suddenly reminds me