Seumur Durian

Bisa bisanya
Perasaan seumur durian
Bicara tentang kehilangan
Sayup-sayup kudengar sendunya
Di antara deru mesin kereta
Melaju tak peduli
Pelupukku tumpah sedetik lagi

Berani beraninya
Rasa itu menjelma perih
Oleh pengumuman sore ini
Tentang kemenangan spasi
Dan juga sang waktu
Yang tak sediakan rentang
Purnama berapa kau pulang

Dan aku tiba di persimpangan
Namamu dalam doa
Atau baiknya kulupakan saja


Depok, 6 November 2016

Comments

Popular posts from this blog

Sejuta Pesona Sawarna

Another Best Escape

Bubur Sumsum