Heal The World

ALOHAAAAAAA! Libur tlah tiba, libur tlah tiba, hore.. hore.. hore.. HORE!
Sepenggal lirik lagunya Tasya Kamila berkeliaran di otak gue akhir-akhir ini setelah nyelesain minggu UAS yang bikin sholat lebih lama (baca: berdoa lebih khusyuk). And now... it’s time to enjoy my looong holiday! Yuhuuu \o/

Sebenernya gue nyuri start liburan. Tiga minggu yang lalu gue tersapu ombak ke Kepulauan Seribu sedangkan hari Senin dan Selasanya masih ada UAS. Haha good job. Tanggal 04-05 Juni kemaren gue dan anak-anak GC (Green Community) ngadain acara Heal The World yang bertempat di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup yang jatuh pada tanggal 05 Juni. Ngapain aja sih di Pulau Pramuka? Yang pasti kegiatannya itu seru banget dan bermanfaat. I also took some pictures to share it with you, let’s check it out!


Hari Pertama (Sabtu, 4 Juni 2011)
Sekitar jam 6 pagi kita ngumpul di Gerbatama dan menuju Muara Angke naik tronton (kendaraan favorit mahasiswa kala bepergian selain bus). Oke, ini pertama kalinya gue naik kapal laut dan hal pertama yang bikin gue khawatir adalah: mabok laut. Di saat temen-temen gue pada ngomongin takut mabok laut blablabla, gue dengan tampang sok cool yang minta dilempar meja kantin berusaha tenang setenang-tenangnya ngeyakinin diri gue bahwa gue ga akan mabok laut and everything’s gonna be alright.
Setengah jam berlalu... Guncangan belum begitu terasa... Masih oke.
Sejam berlalu... Guncangan mulai terasa... Sedikit ga oke.
Satu setengah jam berlalu... Guncangan makin terasa... Gue mual-mual -.-
Pusing, capek, eneug, panas, all in one. Tampang gue yang tadinya sok cool udah berubah jadi sesuatu yang abstrak dan sulit digambarkan. Gue cuma bisa tiduran di sebelah temen-temen gue yang lagi maen Uno buat ngusir jenuh.


Setelah 2,5 jam terombang-ombing di kapal yang sukses bikin gue mabok laut walaupun ga sampe ngeluarin ayam goreng yang tadi pagi gue santap, kita nyampe di Pulau Pramuka yang merupakan pusat pemerintahan di Kepulauan Seribu.


Budidaya Karang Hias
Kegiatan pertama dari rangkaian acara Heal The World yaitu pelestarian terumbu karang. Woaaah biasanya gue ngeliat acara ginian cuma di tv-tv dan sekarang gue bisa ikutan langsung ngebudidayain terumbu karang! Thanks God for the opportunity. Untuk membudidayakan terumbu karang atau karang hias ini kita perlu karang yang berukuran agak besar dan mediumnya. Karang yang agak besar dipotek-potek menjadi ukuran agak kecil, sekitar sejari kelingking.

karang yang akan dibudidaya

Mediumnya berupa semen yang sudah mengeras yang bentuknya mirip donat dan dilapisi paralon. Terus, diatasnya dikasih semen yang masih basah buat tempat melekat karang.

medium budidaya

Nah, tinggal tancepin deh karang kecil yang udah dipotek-potek tadi ke mediumnya. Tangan yang udah megang semen basah ga boleh nyentuh karang yang akan ditanam karena bisa nutup pori-pori karang yang menyebabkan karang tersebut mati.


Setelah semua medium terisi dengan karang kecil, saatnya kita bawa ke tengah laut untuk dilepas dan biarkan karang-karang tersebut tumbuh menjadi besar nan indah. Mari kita jaga dan lestarikan laut kita sendiri :)

Snorkeling
Puas menggali ilmu tentang budidaya terumbu karang, tiba saatnya acara yang paling gue tunggu-tunggu: Snorkeling. Yeah! This is my first time for doing snorkeling, that’s why I’m so excited to do it.






Maaf ya guys ga ada gambar-gambar undersea di Pulau Pramuka karena gue ga punya kamera bawah laut. But I’m gonna describe it a bit for you. Peralatan snorkeling terdiri dari pelampung, kacamata khusus, dan fin (alas untuk menyelam yang mirip kaki bebek). Kita snorkeling di permukaan dengan jarak pandang ke bawah sekitar 1-2 meter. Airnya ga begitu jernih tapi juga ga butek-butek amat, biru toska gelap sedikit kehijau-hijauan. Pemandangan bawah lautnya cukup menarik dengan taburan berbagai macam karang dan bulu babi yang menawan namun menyakitkan (kalo keinjek). Ikannya ga begitu keliatan banyak. Semakin ke tengah laut semakin beragam flora dan faunanya. Walaupun mata udah perih kena air laut dan keminum beberapa kali, gue tetep ngelanjutin snorkeling sampe puas. Hehe kapan lagi gitchuw.

Stars’ Eve
Puas snorkeling yang pastinya bikin cacing di perut gue dangdutan, saatnya menyantap ikan bawal dan cumi bakar as a dinner. Like this. Sebelum makan malem, ada serangkaian acara mulai dari pesan kesan dari peserta maupun panitia, sejarah penanaman bakau di Pulau Pramuka, dan pertunjukan dari tiap kamar. Seru banget lho. 

Acara kelar, perut kenyang, saatnya ke pulau kapuk. Pas perjalanan menuju cottage, lagi-lagi gue tersihir oleh pemandangan alam yang jarang gue temuin di kota. Jutaan bintang dengan kilau sinar yang berbeda-beda terhampar indah di atas kepala gue layaknya butiran pasir putih yang bertebaran di pantai. Subhanallah... It’s really truly deeply AWESOME! Ngga di gunung, ngga di laut, indahnya alam tetep sama. Amazing. Make me speechless at all. Refleks gue, Uci, dan Uwi tiduran di halaman depan cottage buat manjain mata mandangin permadani bintang ini sepuas-puasnya. Di kota ga ada nih bintang yang sebanyak dan sekeren ini selain yang gue liat di Planetarium Taman Ismail Marzuki.
Dan sekali lagi, kebesaran Sang Pencipta berhasil bikin gue lebih bersyukur atas nikmat yang udah banyak banget Dia limpahin ke gue, salah satunya kesempatan memandang permadani bintang malam ini. Thanks God.

Hari Kedua (Minggu, 5 Juni 2011)
Semburat awan abu berganti menjadi langit biru tipis dan lembut. Deburan ombak yang rendah meniupkan angin pantai yang mengalun sejuk. Inilah sekilas gambaran pagi di suatu pulau utara Jakarta. Tenang. Jauh dari hiruk-pikuk kota. Dan segala konflik manusia didalamnya.

morning view

Pemeliharaan Tukik
Kegiatan pertama di hari kedua adalah mengunjungi tempat pemeliharaan tukik yang ga jauh dari tempat kita nginep. Dan lagi-lagi ini pengalaman pertama gue ngeliat penyu dan tukik secara langsung plus megang keduanya.


Penanaman Bakau
Tanaman bakau yang biasanya tumbuh di rawa-rawa ternyata bisa juga tumbuh di pantai, tapi dengan syarat khusus, yaitu menanam bakau dengan jarak 10 cm antar tanaman. Hal ini diakibatkan ombak yang menerpa dapat menghanyutkan bibit bakau apabila ditanam berjauhan. Cara menanamnya gampang banget kok, kaya nanem pohon biasa aja, buat lubang yang cukup dalem, terus ditancepin deh bibit bakaunya.







Kegiatan terakhir sebelum kembali pulang yaitu kampanye. Kita semua konvoi kecil-kecilan ngiterin Pulau Pramuka yang emang ga terlalu gede luasnya sambil menyerukan pada masyarakat setempat mengenai pentingnya menjaga lingkungan hidup, salah satunya memelihara kebersihan lingkungan yang bisa dimulai dari hal terkecil yaitu diri kita sendiri lalu tempat tinggal kita. Yang gue liat di Pulau Pramuka ini masih banyak sampah yang bertebaran, termasuk di pantai, dan hal ini sayang banget kalo dibiarin gitu aja tanpa ada tindakan atau penataan lebih lanjut. Padahal Kepulauan Seribu merupakan salah satu destinasi pariwisata yang cukup menarik apabila dikembangkan dan dipelihara secara baik.


Okay, that was my story visiting Pramuka Island in a way to celebrate World Environment Day. I hope this post gives you new knowledge about our environment. Wait for my other posts sharing about my holiday.
Happy holiday, Guys :)

Comments

Popular posts from this blog

Sejuta Pesona Sawarna

Another Best Escape

Bubur Sumsum