Memories at South Bandung

Hello, Guys! Ga kerasa udah ngelewatin setengah liburan dari waktu tiga bulan libur kuliah semester genap. How’s your holiday so far? I hope you can enjoy every single day although you’re going nowhere hahahay #curcol 

Gue punya tips yang bagus buat kalian yang liburan kali ini cuma satu dua kali pergi liburan dan lebih banyak ngabisin waktu di rumah atau malah ga kemana-mana. Don’t worry, Guys. Masih banyak hal bermanfaat lainnya yang bisa kalian lakuin di rumah, contohnya seperti yang gue lakuin beberapa hari lalu yaitu BERES-BERES! Yap, satu kegiatan yang gue yakin kalian males ngelakuinnya (begitu juga gue). Awalnya emang males, tapi kalo udah selesai serasa plong, lancar banget kaya diare. Rumah jadi lebih rapih, bersih, dan asri. Lumayan tuh kalo nanti ada temen atau pujaan hati yang main ke rumah bisa makin betah. *wink*

Well, waktu gue lagi beresin meja belajar, gue nemu laporan hasil kegiatan klub voli perumahan rumah gue waktu kita camping di Bumi Perkemahan Ranca Upas, Ciwidey, Bandung, Jawa Barat tanggal 01-03 Juni 2007, wow it’s been a long time. Sedikit terharu juga waktu nemu dan baca isi laporan ini, made me reminiscing a bit. Dan ada satu bagian yang bikin gue deeply touched, yaitu bagian Pendahuluan yang ditulis oleh seorang ketua panitia, senior, tetangga, sahabat, sekaligus tempat curhat gue. Gue ga ngerti ini bentuknya puisi, cerpen, prosa, atau curahan hati, but every time I read this I can feel the togetherness and cheerfulness of the moments.

Rembulan baru saja terlihat oleh mata kami karena malam cepat berganti...
Pagi yang cerah... Badan yang siap lelah... Transportasi apa adanya...
Mentari menguatkan batin kami, siap tempur, panas menggempur...
Cikampek terlewati... Cipularang sejuk sekali... Ranca Upas tujuan kami...
Pendekar-pendekar sejati menunggu kami, berangkat fajar sekali...
Siapkan alas kami menahan dingin malam hari... Terima kasih...
Kami datang. Ya, kami datang apa adanya. “Satu Langkah Membangun Citra”
Barang-barang singgah pada tenda-tenda sederhana...
Mentari makin tinggi... Mushola kami datangi... Sholat Jumat... Batin kuat...
Sementara, penangkal perut lapar dengan ikhlasnya, makan siang...
Istirahat tidur siang... Perjalanan panjang... Bekasi – Cikampek – Cipularang – Soreang...
Mentari sedikit sembunyi... Sore hari permainan menggelitik hati... Penghapus lelah diri...
Malam tiba, Maghrib dan Isya dijamak bersama-sama, ustadz ceramah...
Dingin datang... Embun dan kabut perlahan menyerang... Perut kosong lagi...
Jangan takut, ada Oom Rexy siap membantu perut kami...
Mencari jejak dimulai... Karena dingin, langkah kaki kami berjalan lemah gemulai...
Orang tua-orang tua terbaik lingkungan kami, berdiri, menyendiri, mencari jejak...
Kebersamaan mulai terasa seiring langkah, dingin makin menggoda...
Satu malam telah tiada... Tenda sarana istirahat mata dan raga...
Esok harinya (Sabtu, 02 Juni) mentari tiba lagi... Bangun pagi oleh Mortir ABRI...
Outbound tak jadi, karena tentara sibuk membela republik ini...
Situ Patengan pilihan kami... Danau... Perahu... Dan Batu Cinta...
Malam terakhir tiba... Api unggun... Lomba... Kebersamaan...
Bapak, ibu, senior, junior kumpul, puncak acara “Satu Langkah Membangun Citra”
Dua hari terlewati... Hati masih ingin menemani... Dan tak ingin segera beranjak pergi...
Mentari Minggu pagi sadarkan kami, persiapan pulang ke kampung halaman...
Strawberry oleh-oleh kami, pemberian Sang Bijak, teladan lingkungan kami...
Ranca Upas... Tersimpan erat pada nurani... Ingatan kami...
Kebersamaan tetaplah kebersamaan... “Satu Langkah Membangun Citra”
01-03 Juni adalah hari terindah dalam perjalanan hidup kami... Ya, kami percaya...
Terima kasih orang tua-orang tua tercinta kami...
Terima kasih sahabat-sahabat kami, junior-senior...
Akhirnya, terima kasih Tuhan atas kebersamaan kami ini :)

Pemandangan Bandung Selatan

Bumi Perkemahan Ranca Upas

Situ Patengan

Comments

Popular posts from this blog

Sejuta Pesona Sawarna

Another Best Escape

Bubur Sumsum