Ranah 3 Warna

Hello Guys! Udah lama ga cuap-cuap di blog dan sekarang bingung mau nulis apa *gakaget*
Oke, daripada kelamaan mikir yang nantinya bisa berujung galau *skip*, gue mau bagi-bagi kalimat-kalimat bagus dari novel kedua Ahmad Fuadi "Ranah 3 Warna" yang menurut gue must-read book.

Aku ingin membuktikan kepada mereka semua, bukan mereka yang menentukan nasibku, tapi diriku dan Tuhan. (Bab Mendaki Tiga Puncak Bukit)

"I'malu fauqa ma 'amilu" Berusaha di atas rata-rata orang lain. (Bab Batanggang)

Siapa saja bisa juara kalau tidak menyerah. (Bab Dinamit dari Skandinavia)

Nasihat Imam Syafi'i: Berlelah-lelahlah, manisnya hidup terasa setelah lelah berjuang. (Bab Panen Raya)

Jangan menyerah. Menyerah berarti menunda masa senang di masa datang. (Bab Panen Raya)

Semakin banyak yang melihat aku dengan sebelah mata, semakin menggelegak semangatku untuk membuktikan bahwa kita tidak boleh meremehkan orang lain, bahkan meremehkan impian kita sendiri, setinggi apa pun. (Bab Panen Raya)

"Man yazra' yahsud" Siapa yang menanam akan menuai yang ditanam. (Bab Panen Raya)

Siapa saja yang mewakilkan urusannya kepada Tuhan, maka Dia akan 'mencukupkan' semua kebutuhan kita. (Bab Peta Pendekar Shaolin)

Semua milikku kecil dan sederhana, kecuali hati dan kepercayaan diri yang menggelembung sebesar gajah. (Bab Kepala di Ujung Kasur)

Elok-elok menyeberang. Jangan sampai titian patah. Elok-elok di negeri orang. Jangan sampai berbuat salah. (Bab Kepala di Ujung Kasur)

Sungguh doa itu didengar Tuhan, tapi Dia berhak mengabulkan dalam berbagai bentuk. Bisa dalam bentuk yang kita minta, bisa ditunda, atau diganti dengan yang lebih cocok buat kita. (Bab Pak Menlu dan Tetangga Berkilau)

"Khairunnas anfauhum linnas" Sebaik-baiknya manusia adalah manusia yang memberi manfaat bagi orang lain. (Bab Musa dan Khidir)

Amak: Berjalanlah sampai batas, berlayarlah sampai pulau. (Bab Ekor Tongkol dan Setengah Porsi Bubur)

"Iza shadaqal azmu wadaha sabil" Kalau benar kemauan, maka terbukalah jalan. (Bab Janji Aku dan Tuhan)

Bolehlah badan kurusku ini perih, sakit, bahkan luka, tapi hatiku harus terus besar dan tidak boleh menyerah. (Bab Bordir Kerancang)

Yang namanya dunia itu ada masa senang dan masa kurang senang. Di saat kurang senanglah kalian perlu aktif. Aktif untuk bersabar. Bersabar tidak pasif, tapi aktif bertahan, aktif menahan cobaan, aktif mencari solusi. Aktif menjadi yang terbaik. Aktif untuk tidak menyerah pada keadaan. (Bab Man Shabara Zhafira)

Sabar adalah punggung bukit terakhir sebelum sampai di tujuan. Tuhan sudah berjanji bahwa sesungguhNya Dia berjalan dengan orang yang sabar. (Bab Man Shabara Zhafira)

Janganlah sampai putus asa karena putus asa adalah penyakit yang menggagalkan perjuangan, harapan, dan cita-cita. Problem tidak akan selesai hanya dengan disusahkan, tetapi harus dipikirkan dan dengan selalu dekat kepada Allah serta selalu mohon hidayah dan taufikNya. (Bab Man Shabara Zhafira)

Jarak antara usaha dan hasil harus diisi dengan sebuah keteguhan hati. Dengan sebuah kesabaran. Dengan sebongkah keikhlasan. (Bab Man Shabara Zhafira)

Perjuangan tidak hanya butuh kerja keras, tapi juga kesabaran dan keikhlasan untuk mendapat tujuan yang diimpikan. (Bab Man Shabara Zhafira)

Sedekah terbaik itu dilakukan di kala kesusahan, bukan di kala senang saja. Bila kita menyayangi apa yang ada di bumi, maka Dia yang di langit akan menyayangi kita pula. (Bab Rumah Sakit Malas)

Setiap kemalasan artinya memboroskan waktu sekarang, hari ini, detik ini. "Lan tarji' ayyamullati madhat" Tak akan kembali hari-hari yang telah berlalu. (Bab Rumah Sakit Malas)

"Al muhafazhah ala qadimi shalih, wal akhzu ala jadidil ashlah" Hanya memegang teguh hal yang baik dari masa lalu dan mengambil hal-hal baru yang lebih baik lagi. (Bab Tiga Sultan dan Borobudur)

Comments

Popular posts from this blog

Sejuta Pesona Sawarna

Another Best Escape

Bubur Sumsum